
Pekerjaan unik zaman dulu memiliki cerita menarik yang menunjukkan bagaimana dunia kerja terus berubah dari masa ke masa. Sebelum teknologi modern berkembang, berbagai profesi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Namun, seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan, beberapa pekerjaan tersebut kini mulai jarang ditemukan atau telah tergantikan oleh sistem yang lebih praktis.
Menariknya, beberapa pekerjaan zaman dulu memiliki tugas yang mungkin terdengar aneh bagi kita saat ini. Mulai dari membangunkan orang setiap pagi hingga menghitung data ilmiah secara manual, berikut 10 pekerjaan unik zaman dulu yang menarik untuk diketahui.
1. Knocker-up – Manusia Alarm (1800-an–1950-an)
Sebelum jam alarm menjadi barang umum, sebagian orang di Inggris bekerja sebagai knocker-up, yaitu orang yang bertugas membangunkan pekerja pada pagi hari. Mereka mengetuk jendela menggunakan tongkat panjang atau meniup peluit hingga penghuni rumah terbangun. Pekerjaan ini membantu para pekerja datang tepat waktu sebelum jam alarm mudah dimiliki oleh masyarakat.
2. Town Crier – Penyampai Berita Keliling (Sekitar 1100–1500-an)
Sebelum surat kabar dan media massa berkembang luas, informasi penting disampaikan secara langsung kepada masyarakat. Town crier berkeliling kota sambil membunyikan lonceng dan meneriakkan pengumuman, mulai dari keputusan kerajaan hingga informasi publik. Meskipun kini tidak lagi menjadi cara utama penyebaran berita, profesi ini masih dipertahankan sebagai tradisi seremonial di sejumlah tempat.
3. Lamplighter – Penyala Lampu Jalan (1700-an–1900-an)
Ketika lampu jalan berbahan bakar gas mulai digunakan, pekerja khusus dibutuhkan untuk menyalakan lampu saat senja dan memadamkannya pada pagi hari. Mereka juga bertugas memastikan lampu berfungsi dengan baik. Seiring berkembangnya penerangan listrik dan sistem otomatis, kebutuhan terhadap pekerjaan lamplighter semakin berkurang.
4. Human Computer – Manusia Penghitung (1930-an–1970-an)
Sebelum komputer elektronik digunakan secara luas, istilah computer juga merujuk pada manusia yang melakukan perhitungan matematika secara manual. Mereka membantu mengolah data ilmiah, menyusun tabel astronomi, dan menghitung berbagai kebutuhan penelitian. Pada abad ke-20, pekerjaan ini berperan penting dalam penelitian ilmiah dan penerbangan sebelum banyak tugas perhitungan dialihkan ke komputer elektronik.
5. Ice Cutter – Pemanen Es Alami (1800-an–pertengahan 1900-an)
Sebelum lemari es modern digunakan secara luas, es alami menjadi salah satu cara untuk mengawetkan makanan dan mendinginkan minuman. Para ice cutter memotong balok es dari danau atau sungai yang membeku, kemudian menyimpannya di gudang khusus sebelum didistribusikan. Ketika lemari es dan sistem pendingin modern semakin mudah digunakan, pekerjaan ini kehilangan sebagian besar perannya.
6. Crossing Sweeper – Penyapu Jalan (Terutama 1800-an)
Pada abad ke-19, terutama di London, terdapat pekerja yang menyapu lumpur dan kotoran kuda di jalan agar pejalan kaki dapat menyeberang tanpa mengotori pakaian mereka. Pekerjaan ini sering dilakukan dengan harapan mendapatkan uang dari orang yang dibantu. Seiring perubahan kondisi perkotaan dan sistem kebersihan jalan, pekerjaan tersebut semakin jarang ditemukan.
7. Switchboard Operator – Penyambung Telepon Manual (Akhir 1800-an–1900-an)
Sebelum sistem telepon otomatis berkembang, panggilan telepon perlu disambungkan oleh operator. Mereka memasukkan kabel ke soket yang sesuai pada papan penghubung agar dua orang dapat berkomunikasi. Ketika sistem telepon otomatis mulai digunakan secara luas, tugas penyambungan manual berangsur-angsur digantikan oleh teknologi.
8. Pinsetter – Penyusun Pin Bowling (Sebelum 1930-an–pertengahan 1900-an)
Di sejumlah arena bowling pada masa lalu, pekerja yang disebut pinsetter bertugas menyusun kembali pin setelah setiap lemparan. Mereka juga membersihkan area pin sebelum permainan dilanjutkan. Setelah mesin penyusun pin otomatis berkembang, banyak arena bowling mulai mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia untuk tugas tersebut.
9. Factory Lector – Pembaca untuk Pekerja Pabrik (Sejak Sekitar 1865)
Di sejumlah pabrik cerutu, khususnya di Kuba, terdapat pembaca profesional yang membacakan koran, buku, dan berita dengan suara keras kepada para pekerja. Kebiasaan ini membantu menemani pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang sekaligus memberikan akses terhadap informasi dan bacaan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari budaya pekerja di beberapa tempat dan masih bertahan di sebagian lingkungan produksi cerutu.
10. Rat Catcher – Pemburu Tikus Profesional (1800-an–Awal 1900-an)
Pada masa ketika sanitasi perkotaan belum berkembang seperti sekarang, tikus menjadi masalah serius di rumah, pasar, dan gudang penyimpanan makanan. Karena itu, pemburu tikus dibayar untuk menangkap atau membasmi hama tersebut. Seiring berkembangnya metode pengendalian hama modern, pekerjaan ini semakin banyak beralih ke layanan profesional dengan peralatan dan teknik yang lebih terstruktur.
Perkembangan Teknologi Mengubah Dunia Kerja
Dari berbagai contoh tersebut, kita bisa melihat bahwa kebutuhan tenaga kerja selalu dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, kebiasaan masyarakat, dan perubahan sistem kerja. Sebagian pekerjaan menghilang, sementara sebagian lainnya berubah mengikuti kebutuhan zaman.
Namun, perubahan dunia kerja bukan berarti kesempatan kerja ikut menghilang. Berbagai sektor industri tetap membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda, mulai dari manufaktur, logistik, pergudangan, hingga retail.
Sedang Mencari Pekerjaan? Temukan Peluangmu Bersama Sahabat Dua Muda
Jika beberapa pekerjaan zaman dulu sudah jarang ditemukan, kini ada berbagai peluang kerja yang bisa kamu pertimbangkan sesuai dengan kemampuan dan kualifikasimu.
Sahabat Dua Muda menyediakan informasi lowongan kerja untuk berbagai posisi dan kebutuhan industri. Kunjungi halaman lowongan kerja Sahabat Dua Muda untuk melihat peluang yang tersedia dan menemukan pekerjaan yang sesuai denganmu.
Cek lowongan kerja terbaru di Sahabat Dua Muda: https://sahabatduamuda.com/karir/



