
Saat mencari pekerjaan atau menerima penawaran kerja, kamu mungkin menemukan istilah gaji gross, nett, dan gross up. Ketiga istilah ini berkaitan dengan sistem penggajian yang digunakan perusahaan, terutama dalam menentukan jumlah penghasilan dan perhitungan pajak karyawan.
Memahami perbedaan gaji gross, nett, dan gross up penting agar calon karyawan tidak salah memahami nominal gaji yang ditawarkan. Bagi perusahaan, pemahaman ini juga membantu dalam menyusun struktur penggajian yang transparan serta mengelola administrasi sumber daya manusia (SDM) dengan lebih baik.
Apa Itu Gaji Gross?
Gaji gross adalah penghasilan karyawan sebelum dikurangi potongan yang menjadi tanggungan karyawan, seperti Pajak Penghasilan (PPh 21) dan iuran jaminan sosial tertentu.
Dalam praktiknya, gaji gross dapat mencakup gaji pokok dan tunjangan yang menjadi bagian dari penghasilan kotor. Besaran potongan yang diperhitungkan bergantung pada komponen penghasilan dan ketentuan yang berlaku.
Sebagai contoh Jika gaji gross kamu adalah Rp6.000.000 per bulan, berarti kamu memiliki penghasilan kotor sebesar Rp6.000.000 sebelum potongan pajak PPh 21, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan potongan lain yang menjadi tanggunganmu diperhitungkan.
Dengan demikian, jumlah gaji yang masuk ke rekening bisa lebih kecil dari Rp6.000.000, tergantung pada perhitungan potongan yang berlaku.
Apa Itu Gaji Nett?
Gaji nett adalah penghasilan bersih yang diterima karyawan setelah potongan yang menjadi tanggungannya diperhitungkan. Istilah ini sering dikaitkan dengan take-home pay, yaitu jumlah uang yang benar-benar diterima karyawan.
Dalam skema gaji nett, perusahaan dan karyawan menyepakati nominal penghasilan bersih yang akan diterima. Ketentuan mengenai pajak, iuran, serta komponen penghasilan yang termasuk dalam kesepakatan perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Sebagai contoh Jika gaji gross kamu adalah Rp6.000.000 per bulan, kemudian terdapat total potongan pajak PPh 21 serta iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dengan total potongan sebesar Rp300.000, maka gaji nett yang kamu terima adalah Rp5.700.000 per bulan.
Skema ini membantu karyawan memperkirakan pendapatan bulanan karena fokusnya adalah jumlah bersih yang diterima, bukan sekadar nominal penghasilan sebelum potongan.
Apa Itu Gaji Gross Up?
Gaji gross up adalah skema penggajian ketika perusahaan memberikan tunjangan pajak kepada karyawan untuk membantu menanggung Pajak Penghasilan (PPh 21). Tunjangan tersebut menjadi bagian dari penghasilan kotor dan ikut diperhitungkan dalam penghitungan pajak.
Dalam skema ini, perusahaan menghitung besaran tunjangan pajak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku. Karena tunjangan tersebut juga menjadi bagian dari penghasilan kena pajak, perhitungannya perlu dilakukan secara tepat agar sesuai dengan kebijakan penggajian perusahaan.
Misalnya gaji awal kamu adalah Rp6.000.000 kemudian perusahaan akan menambahkan tunjangan pajak ke dalam penghasilanmu. Tunjangan tersebut ikut diperhitungkan dalam penghitungan PPh 21 sehingga gaji bersih yang kamu terima dapat dipertahankan sesuai nominal yang disepakati, bergantung pada perhitungan pajak dan potongan lainnya.
Perlu diingat, gross up bukan berarti pajak dihapuskan. Skema ini menggunakan tunjangan pajak sebagai bagian dari penghasilan untuk membantu menanggung beban pajak karyawan.
Mengapa Calon Karyawan Harus Memahami Perbedaan Ini?
Memahami perbedaan gaji gross, nett, dan gross up membantu calon karyawan menilai penawaran kerja secara lebih menyeluruh. Nominal gaji yang terlihat besar belum tentu sama dengan jumlah uang yang diterima setiap bulan.
Ada beberapa alasan mengapa pemahaman ini penting.
1. Mengetahui jumlah penghasilan yang akan diterima
Dengan memahami sistem penggajian, kamu bisa memperkirakan apakah nominal yang ditawarkan merupakan penghasilan sebelum potongan atau jumlah bersih yang akan diterima.
2. Membantu merencanakan keuangan pribadi
Informasi mengenai gaji nett dan potongan yang berlaku membantu kamu menyusun anggaran bulanan, termasuk kebutuhan makan, transportasi, tempat tinggal, tabungan, dan pengeluaran lainnya.
3. Memahami isi penawaran kerja
Sebelum menandatangani perjanjian kerja, pastikan kamu memahami komponen gaji, tunjangan, potongan, serta ketentuan pajak yang berlaku. Jangan ragu meminta penjelasan kepada HR jika terdapat istilah penggajian yang belum dipahami.
4. Membandingkan penawaran dari beberapa perusahaan
Ketika mendapatkan penawaran kerja dari perusahaan berbeda, jangan hanya membandingkan angka gaji yang tercantum. Perhatikan juga apakah nominal tersebut menggunakan skema gross, nett, atau gross up, serta tunjangan dan fasilitas lain yang diberikan.
Dengan memahami hal-hal tersebut, kamu dapat mengambil keputusan karier berdasarkan informasi yang lebih jelas, bukan hanya berdasarkan nominal gaji yang terlihat menarik.
Pentingnya Memahami Sistem Penggajian bagi Perusahaan
Bagi perusahaan, sistem penggajian merupakan bagian penting dari pengelolaan sumber daya manusia. Proses ini tidak hanya berkaitan dengan pembayaran gaji, tetapi juga mencakup penyusunan struktur upah, perhitungan tunjangan, administrasi pajak, iuran jaminan sosial, dan ketepatan pembayaran.
Pemilihan skema gross, nett, atau gross up perlu disesuaikan dengan kebijakan kompensasi, anggaran perusahaan, dan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga perlu menjelaskan struktur penggajian kepada karyawan agar tidak terjadi perbedaan pemahaman mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Pengelolaan payroll yang terstruktur dapat membantu perusahaan meminimalkan kesalahan administrasi, menjaga transparansi penggajian, serta mendukung pengelolaan biaya tenaga kerja secara lebih terencana.
Bagi perusahaan yang sedang berkembang atau memiliki kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah tertentu, pengelolaan administrasi SDM yang baik juga membantu menjaga kelancaran operasional. Karena itu, perencanaan kebutuhan tenaga kerja sebaiknya disertai dengan perencanaan struktur gaji dan administrasi penggajian yang jelas.
Kesimpulan
Perbedaan gaji gross, nett, dan gross up terletak pada cara penghasilan ditentukan dan bagaimana pajak diperhitungkan dalam sistem penggajian.
Gaji gross merupakan penghasilan sebelum potongan yang menjadi tanggungan karyawan, sedangkan gaji nett mengacu pada penghasilan bersih yang diterima sesuai kesepakatan. Sementara itu, gross up merupakan skema yang memberikan tunjangan pajak sebagai bagian dari penghasilan kotor untuk membantu menanggung beban PPh 21.
Dengan memahami perbedaan tersebut calon karyawan, memahami ketiga istilah ini membantu dalam menilai penawaran kerja, memperkirakan penghasilan, dan merencanakan keuangan pribadi. Bagi perusahaan, pemahaman sistem penggajian mendukung pengelolaan payroll yang transparan, terstruktur, dan sesuai ketentuan.
Jika perusahaan kamu membutuhkan dukungan dalam pemenuhan tenaga kerja, administrasi SDM, maupun pengelolaan payroll, Sahabat Dua Muda siap menjadi mitra untuk mendukung kebutuhan operasional bisnis.



