
Dalam operasional bisnis, kebutuhan tenaga kerja dapat berubah karena lonjakan pesanan, musim ramai, proyek tertentu, atau kebutuhan sementara. Untuk menghadapinya, perusahaan dapat menggunakan sistem kerja yang lebih fleksibel seperti daily worker, yaitu tenaga kerja yang bekerja sesuai kebutuhan dengan upah berdasarkan kehadiran atau hari kerja.
Dalam regulasi ketenagakerjaan Indonesia, istilah yang digunakan adalah perjanjian kerja harian, yang dalam PP No. 35 Tahun 2021 diperuntukkan bagi pekerjaan yang sifatnya tidak tetap dan dapat berubah dari segi waktu maupun volume pekerjaan.
Apa Itu Daily Worker?
Daily worker atau yang biasa disebut pekerja harian adalah tenaga kerja yang bekerja sesuai kebutuhan pekerjaan tertentu, dengan upah yang dihitung berdasarkan kehadiran atau hari kerja. Istilah ini umum digunakan untuk menggambarkan pola kerja dengan kebutuhan tenaga kerja yang bersifat tidak tetap atau menyesuaikan kondisi operasional perusahaan.
Jenis-Jenis Daily Worker
Tidak ada satu jenis yang berlaku untuk seluruh perusahaan. Jenisnya dapat dibedakan berdasarkan pekerjaan dan kebutuhan operasional yang ditangani.
Berikut beberapa jenis daily worker yang umum dibutuhkan perusahaan.
1. Daily Worker Warehouse
Daily worker warehouse digunakan untuk membantu aktivitas operasional di gudang ketika volume pekerjaan meningkat.
Beberapa posisi yang dapat dibutuhkan antara lain:
- Picker
- Packer
- Sorter
- Helper
- Loading dan unloading
- Inventory staff
Tambahan manpower dapat membantu perusahaan menangani peningkatan volume barang, terutama ketika terjadi lonjakan order atau periode peak season.
2. Daily Worker Logistik
Pada sektor logistik, kebutuhan manpower dapat meningkat mengikuti jumlah barang dan pengiriman yang harus diproses.
Beberapa posisi yang dapat dibutuhkan antara lain:
- Sortir barang
- Loading dan unloading
- Handling barang
- Packing
- Distribusi
- Supporting operasional gudang
Jenis manpower ini dapat membantu perusahaan menjaga kapasitas operasional ketika jumlah aktivitas logistik meningkat dalam periode tertentu.
3. Daily Worker Manufaktur
Perusahaan manufaktur juga dapat membutuhkan tenaga tambahan ketika aktivitas produksi meningkat atau terdapat pekerjaan tertentu yang membutuhkan tambahan manpower.
Daily worker dapat ditempatkan untuk membantu pekerjaan seperti:
- Production helper
- Packing
- Quality checking
- Material handling
- Sorting
- Supporting produksi
Dengan tambahan tenaga kerja, perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas operasional dengan kebutuhan produksi yang sedang berlangsung.
4. Daily Worker Inventory
Kegiatan inventory atau stock opname sering kali membutuhkan tambahan tenaga kerja dalam waktu tertentu.
Daily worker dapat membantu proses:
- Penghitungan stok
- Pengecekan barang
- Labeling
- Sorting
- Input data inventory
- Penataan barang
Jenis tenaga kerja ini dapat membantu mempercepat pekerjaan inventory tanpa harus menambah manpower tetap untuk kebutuhan yang hanya muncul pada periode tertentu.
5. Daily Worker Event atau Aktivitas Khusus
Perusahaan yang mengadakan event, pameran, warehouse sale, promosi, atau aktivitas khusus juga dapat membutuhkan tambahan manpower.
Beberapa kebutuhan yang dapat ditangani antara lain:
- Event crew
- Helper
- Loading dan unloading
- Penataan barang
- Packing
- Supporting operasional event
Kebutuhan manpower untuk aktivitas seperti ini biasanya meningkat dalam periode tertentu dan kembali normal setelah kegiatan selesai.
6. Daily Worker Retail
Pada sektor retail, kebutuhan tenaga kerja dapat meningkat ketika perusahaan menghadapi periode promosi, seasonal campaign, pembukaan toko, atau peningkatan jumlah pelanggan.
Daily worker dapat membantu pekerjaan seperti:
- Store helper
- Stock handling
- Display produk
- Packing
- Inventory
- Supporting operasional toko
Tambahan manpower dapat membantu menjaga aktivitas operasional tetap berjalan ketika workload meningkat.
7. Daily Worker untuk Peak Season
Peak season menjadi salah satu kondisi yang paling sering membuat perusahaan membutuhkan tambahan manpower.
Pada periode seperti promo besar, hari raya, akhir tahun, atau peningkatan permintaan tertentu, volume pekerjaan dapat meningkat jauh dibandingkan kondisi normal.
Daily worker dapat digunakan untuk membantu berbagai kebutuhan operasional sesuai karakter industri perusahaan.
Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan kapasitas manpower dengan peningkatan workload tanpa harus mempertahankan tambahan tenaga kerja dalam jangka panjang.
Apa Manfaat Daily Worker bagi Perusahaan?
Penggunaan tenaga kerja harian dapat memberikan sejumlah manfaat bagi perusahaan, terutama ketika kebutuhan tenaga kerja mengalami perubahan.
Fleksibilitas Manpower
Perusahaan dapat menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan kondisi operasional yang sedang dihadapi.
Ketika workload meningkat, manpower tambahan dapat disiapkan. Ketika aktivitas kembali normal, kebutuhan manpower juga dapat disesuaikan.
Membantu Menjaga Produktivitas
Kekurangan manpower dapat membuat pekerjaan menumpuk dan memperlambat proses operasional.
Tambahan tenaga kerja harian dapat membantu perusahaan meningkatkan kapasitas tenaga kerja pada periode tertentu sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.
Mendukung Peak Season
Ketika perusahaan menghadapi lonjakan permintaan, tambahan manpower dapat membantu menjaga proses operasional tetap berjalan.
Hal ini penting terutama bagi perusahaan yang memiliki volume pekerjaan yang sangat bergantung pada musim atau periode promosi tertentu.
Membantu Perusahaan Lebih Fokus pada Bisnis Utama
Jika kebutuhan manpower cukup besar, proses recruitment, administrasi, payroll, hingga monitoring tenaga kerja dapat menyita waktu dan sumber daya perusahaan.
Karena itu, perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan partner penyedia manpower untuk membantu mengelola kebutuhan tenaga kerja tersebut.
Kapan Perusahaan Sebaiknya Menggunakan Daily Worker?
perusahaan dapat mempertimbangakan saat kondisi perusahaan seperti :
- Volume pekerjaan meningkat secara sementara.
- Perusahaan memasuki peak season.
- Terdapat proyek atau aktivitas khusus.
- Perusahaan membutuhkan tambahan manpower untuk inventory atau stock opname.
- Terjadi peningkatan order dalam periode tertentu.
- Kapasitas manpower internal tidak cukup untuk menangani workload.
- Perusahaan membutuhkan tenaga tambahan tanpa menambah kebutuhan manpower permanen.
Sebelum menentukan kebutuhan, perusahaan tetap perlu menghitung jumlah tenaga kerja, jenis pekerjaan, durasi kebutuhan, serta kompetensi yang diperlukan.
Dengan perencanaan tersebut, tambahan manpower dapat digunakan secara lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan operasional.
Strategi Manpower Perusahaan
Daily worker dapat menjadi salah satu pilihan ketika perusahaan menghadapi kebutuhan tenaga kerja yang fluktuatif. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan, pola kebutuhan, serta peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Untuk kebutuhan operasional yang lebih kompleks, perusahaan juga dapat mempertimbangkan penggunaan outsourcing manpower. Melalui mitra penyedia tenaga kerja, proses seperti recruitment, administrasi, payroll, hingga pengelolaan manpower dapat dikelola secara lebih terstruktur.
PT Sahabat Dua Muda membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja operasional di berbagai sektor, termasuk warehouse, logistik, supply chain, manufaktur, dan retail. Pendekatan ini dapat membantu perusahaan lebih fokus pada kegiatan inti, sementara pengelolaan kebutuhan manpower dapat ditangani bersama partner yang memiliki pengalaman di bidang tersebut.



