Konsep keberlanjutan bisnis semakin menjadi perhatian utama di Indonesia, khususnya pada sektor pariwisata, hospitality, dan jasa pendukung industri. Salah satu standar global yang sering dijadikan rujukan adalah Global Sustainable Tourism Council (GSTC) serta management manpower yang sustainable. Standar ini menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mencakup tata kelola perusahaan serta dampak sosial terhadap tenaga kerja.
GSTC sebagai Standar Pariwisata Berkelanjutan Global
GSTC merupakan kerangka internasional yang digunakan untuk menilai praktik pariwisata berkelanjutan. Standar ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu manajemen berkelanjutan, dampak sosial dan ekonomi, pelestarian budaya lokal, serta perlindungan lingkungan.
Dengan menerapkan prinsip GSTC, perusahaan dapat menunjukkan komitmen terhadap praktik bisnis yang etis dan bertanggung jawab. Selain itu, standar ini juga membantu pelaku usaha di Indonesia membangun kepercayaan investor, mitra bisnis, dan konsumen.
Praktik Keberlanjutan melalui Sistem dan Tata Kelola Operasional
Dalam praktiknya, prinsip keberlanjutan dapat diterapkan melalui sistem kerja yang terstruktur, penggunaan sumber daya secara efisien, serta tata kelola operasional yang terdokumentasi dengan baik. Pendekatan ini banyak digunakan oleh perusahaan yang mengadopsi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dan green operation.
Salah satu perusahaan yang telah menerapkan pendekatan ini adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melalui penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dan konsep green operation dalam berbagai proyeknya.
Management Manpower sebagai Fondasi Keberlanjutan
Selanjutnya, GSTC dan management manpower menjadi elemen yang berkaitan dalam mendukung standar GSTC. Management manpower berdasarkan GSTC, seperti kejelasan kontrak kerja, pelatihan tenaga kerja, keselamatan kerja, serta kesejahteraan karyawan, merupakan bagian dari penilaian dampak sosial dan ekonomi.
Tanpa sistem manpower yang rapi dan legal, perusahaan berisiko menghadapi turnover tinggi dan penurunan kualitas layanan.
Peran Sahabat Dua Muda sebagai Outsourcing Berkelanjutan
Sebagai perusahaan outsourcing dan management manpower di Indonesia, Sahabat Dua Muda mendukung klien dalam memenuhi aspek sosial standar. Melalui kontrak kerja yang transparan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, serta pemenuhan hak karyawan secara utuh, Sahabat Dua Muda membantu klien menjalankan operasional yang berkelanjutan dan patuh regulasi.
Dengan demikian, klien dapat fokus mengembangkan bisnis, sementara pengelolaan SDM tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan dan standar global.



